Sebenarnya berhutang itu perlu gak sih?, perlu gak perlu, jawabnya ya tergantung untuk apa kebutuhannya. Sesungguhnya ada seribu satu alasan mengapa orang berhutang, mulai dari untuk memenuhi kebutuhan hidup atau ada juga yang hanya sekedar mengikuti gaya hidup dan keinginan. Dulu, waktu kuliah, dosen saya mengatakan bahwa hutang itu merupakan “leverage”(pengungkit), menggunakan pengungkit tujuannya agar mempermudah mengangkat beban, jadi berhutang itu sejatinya bertujuan agar bisa membantu meringankan beban dalam rangka memenuhi kebutuhan mendesak. Namun yang namanya hutang, tetap merupakan sebuah kewajiban yang harus diselesaikan, hutang bagaimanapun tetap harus dibayar.
Kalau bisa sih jangan berhutang, agar bisa makan menjadi enak dan tidurpun nyenyak, jika tidak perlu-perlu amat sebaiknya hindari menggesek kartu kredit. Tapi Jika harus berhutang bagaimana?, yang jelas mesti tahu tujuan berhutang itu untuk apa, dan bagaimana dengan cara membayarnya, biasanya untuk jumlah yang besar melalui cara cicilan, para perencana keuangan, mematok di angka 30% dari penghasilan, untuk membayar cicilan hutang. Biasanya potensi terjerat hutang muncul ketika cicilan yang harus dibayar jumlahnya besar dan kurang disiplin dalam melakukan pembayaran.
Ketika terpaksa harus berhutang, tentunya kita mesti tahu kegunaan dan tujuan dari berhutang itu sendiri, jika itu memang untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak dan mengatur arus kas, tidak ada salahnya berhutang, yang jelas hutang memang ada manfaatnya, memang untuk meringankan beban kita dan kita mampu membayarnya.
Ketika terlanjur memiliki hutang yang banyak, masih ada solusi yang bisa ditempuh dengan manajemen hutang, pertama untuk hutang jangka pendek, bayarlah telebih dahulu cicilan hutang dengan bunga yang tinggi, biasanya bunga tinggi dikenakan untuk hutang yang sifatnya konsumtif, dan biasanya kita berhutang dengan menggunakan kartu kredit, untuk itu usahakan memperbesar pembayaran cicilan atas hutang dengan bunga yang paling tinggi. Misalnya kita memiliki hutang dari beberapa kartu kredit, prioritaskan untuk membayar cicilan dengan bunga paling tinggi, baru kemudian menyelesaikan hutang kartu kredit lain tanpa mengurangi porsi cicilan.
Untuk hutang jangka panjang, kita bisa melakukan refinancing, atau merestrukturisasi hutang, caranya adalah membayar hutang lama dengan membuat hutang baru, banyak bank memiliki program ini, tapi yang perlu diperhatikan adalah bunga hutang yang baru, kalau bisa lebih rendah dari hutang yang lama, dan untuk mengatur cash flow, bisa minta jangka waktu hutang sedikit lebih panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar